AS Tuduh China Ingkari Kesepakatan Damai Perang Dagang

Meski Diancam Trump, China Tetap Datang Berunding ke AS
May 8, 2019
Data Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I/2019
May 8, 2019

Jakarta, — Kepala Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Robert Lightizer menyatakan ancaman Presiden Donald Trump yang bakal memberlakukan tarif baru atas impor barang asal China mulai Jumat (10/5) ini dipicu oleh sikap Negeri Tirai Bambu.

Menurutnya, Beijing telah mengingkari komitmen yang telah dibuat dalam perundingan damai perang dagang dengan AS. Pengingkaran tersebut menurutnya, bisa berdampak besar terhadap perjanjian dagang yang akan dicapai oleh AS dan China.

“Selama seminggu terakhir kami telah melihat, China mengalami erosi komitmen. Itu tidak bisa kami terima,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (7/5).

“Kami tidak akan menghentikan pembicaraan dengan mereka pada titik yang sudah ada sekarang ini. Tapi untuk sekarang… Jumat yang akan datang kemungkinan tarif baru tetap akan diberlakukan,” katanya.

Presiden Trump Minggu (5/5) kemarin mengeluarkan ancaman baru terhadap China. Ancaman berkaitan dengan pemberlakuan tarif baru atas barang impor asal China.

Pemberlakuan tarif tersebut merupakan lanjutan dari perang dagang yang telah dikobarkan pemerintahannya terhadap China sejak pertengahan tahun lalu. Sebagai informasi, sejak pertengahan 2018 lalu, Trump telah mengobarkan perang dagang dengan China.

Perang dilakukan dengan memberlakukan tarif impor tinggi atas barang China bernilai US$250 miliar. Besaran tarif yang diberlakukan 10 persen sampai dengan 25 persen.

Perang tarif diberlakukan karena Trump telah menuduh China melakukan kecurangan dagang terhadap negaranya. Kecurangan dagang tersebut membuat AS harus menanggung defisit perdagangan besar dengan China.

Data Badan Pusat Statistik AS menunjukkan pada 2018 kemarin AS mengimpor barang China senilai US$539,5 miliar. Tapi, mereka hanya berhasil mengekspor barang ke China senilai US$120,3 miliar.

Dengan kata lain, mereka mengalami defisit hingga US$419,2 miliar. 

Dengan pemberlakuan tarif baru Jumat nanti, Trump menyatakan tarif barang impor asal China yang saat ini hanya 10 persen akan dinaikkan menjadi 25 persen. Bukan hanya itu saja, untuk barang impor senilai US$325 miliar yang saat ini masih melenggang bebas, nantinya akan langsung dikenakan tarif 25 persen.

Trump dan penasihatnya mengatakan tarif diberlakukan karena ia kecewa dengan perundingan dagang antara negaranya dengan China yang berjalan lamban.

Sumber : CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only