Selama 10 Tahun, Bisnis Trump Rugi hingga Rp 16 Triliun

Laporan Pajak Trump Sebut Kerugian Rp 16 Triliun
May 9, 2019
Donald Trump Disebut Kehilangan Rp14 Triliun dalam 10 Tahun
May 9, 2019

WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump dianggap sebagai pengusaha sukses. Namun dalam 10 tahun, dia kehilangan 1,17 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun.

Kerugian yang dialami Trump pada 1985 hingga 1994 itu terungkap oleh laporan pajak yang diperoleh New York Times.

Mengutip dari Bloomberg, Rabu (8/5/2019), kerugian tersebut disebabkan kegagalan kesepakatan bisnis.

Diwartakan kantor berita AFP, laporan pajak Trump dari 1985 menunjukkan bahwa dia mengalami keruogian 46,1 juta dari bisnis utamanya, yang sebagian besar terdiri dari kasino, hotel, dan ritel di gedung apartemen.

Selama 10 tahun berikutnya, bisnis Trump terus kehilangan uang dengan kerugian mencapai 1,17 miliar dollar AS hingga 1994.

Laporan pajak Trump terungkap sehari setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menolak permintaan anggota parlemen Demokrat untuk membuka laporan pajak Trump.

Mnuchin menilai hal itu tidak memiliki tujuan yang logis sehingga mengancam privasi wajib pajak.

“Saya memberi tahu Anda sekarang, kementerian mungkin tidak dapat memenuhi permintaan komite,” ujarnya dalam surat kepada Ketua Komite di DPR AS Richard Neal.

Al Jazeera melaporkan, Trump kehilangan begitu banyak uang sehingga dia berupaya menghindari pembayaran pajak penghasilan selama 8 tahun dari 10 tahun itu.

Sejauh ini, belum ada komentar langsung dari Gedung Putih perihal laporan New York Times.

Tahun lalu, kekayaan bersih Trump merosot hingga 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun.

Berdasarkan data dari Bloomberg, kekayaan Trump menjadi 2,8 miliar dollar AS atau Rp 38,8 triliun, atau yang terendah sejak kampanye kepresidenannya.

Penghitungan kekayaan dalam Bloomberg Billionaires Index itu berdasarkan informasi dari pemberi pinjaman, laporan tahunan, aset properti, data pasar, dan laporan kekayaan Trump pada 16 Mei 2018.

Kekayaan Trump menurun selama dua tahun berturut-turut, sebagian disebabkan oleh penurunan pendapatan di properti dan lapangan golf.

Sumber : kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only