Tarif IMB Tanggamus Bakal Diskon 50 Persen

Soal Insentif Pajak Riset & Vokasi, Darmin: Semester Ini Bisa Selesai
May 10, 2019
IMF Ingin Pembebasan Pajak Dihapus
May 10, 2019

KOTA AGUNG –┬áDinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tanggamus berencana memberikan potongan atau diskon pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kadis PMPTSP Tanggamus Supardi Sarkawi mengatakan, potongan harga diberikan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu diharapkan mampu meningkatkan animo dari para pelaku pajak, baik masyarakat dan dunia usaha untuk daftar IMB karena ada diskon.

Ia menambahkan, potongan biaya perizinan IMB rencananya berbeda-beda, antara gedung usaha, tempat hunian dan gedung pemerintahan.

Besaran potongan tarif mungkin 50 persen atau lebih.

“Untuk biaya mengurus IMB juga bermacam-macam, ada klasifikasinya seperti lokasi, luas lahan, dan peruntukannya”.

“Kalau sekarang ini biaya per meter untuk urus IMB kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per meter,” terang Supardi. Kamis (9/5/2019).

Penerapan potongan biaya mengurus IMB akan dilaksanakan tahun ini.

Tahapan program tersebut saat ini sudah dikoordinasikan.

“Untuk langkahnya sudah kita koordinasikan”.

“Kita perlu kerjasama dengan kecamatan untuk pelaksanaanya agar rentang kendali juga tidak terlalu jauh, dan juga untuk sosialisasi,” ujar Supardi.

Menurutnya, masyarakat bisa melengkapi bangunan yang dimilikinya dengan IMB.

Sebab itu sebagai kelegalan berdirinya sebuah bangunan, khususnya bangunan usaha IMB adalah syarat wajib.

Supardi menerangkan, adanya IMB bisa menandakan usaha tersebut fiktif atau tidak.

Untuk itu, IMB sangat penting untuk keabsahan bangunan dan syarat administrasi lainnya.

Ratu Sikop Bergulir Juni

DPMPTSP Tanggamus memiliki program ramah, amanah, tegas dan unggul, sistem, informasi, komputerisasi perizinan (RATU SIKOP).

Supardi menjelaskan, itu untuk mendukung program online single submission (OSS) yang telah dikeluarkan pemerintah pusat dalam rangka peningkatkan pelayanan perizinan ke masyarakat.

“Program RATU SIKOP ini muncul karena tidak semua perizinan yang ada di OSS itu terback-up”.

“Sehingga pemerintah daerah diberi kebebasan memback-up sistem sendiri,” katanya.

Menurut Supardi, adanya kewenangan menampung dan menjalankan sistem aplikasi sendiri mempermudah masyarakat mengurus perizinan.

Rencananya aplikasi RATU SIKOP pada Juni mendatang bisa berjalan.

Sumber : Tribunlampung.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only