Cari Pijakan Rebound

Jokowi Jengkel Perizinan Ruwet, Sri Mulyani Merespons Begini
May 13, 2019
Aparat Sipil Negara Ditekankan Bayar Pajak, Berikut Alasannya
May 13, 2019

Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dalam dua pekan terakhir. Pekan ini, IHSG kembali melemah 1,75%. Padahal, Jumat (10/5), IHSG kembali rebound 0,17% ke posisi 6.209,12. Investor asing juga masih mencatatkan aksi jual cukup tinggi, dengan nilai jual bersih Rp 897,5 miliar.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, sepekan ini IHSG tertekan kekhawatiran investor. “Utamanya terkait dengan perang dagang Amerika Serikat dengan China,” kata dia, kemarin.

Sekadar info, AS memutuskan menaikkan tarif impor atas barang-barang dari China. Pelaku pasar memang sudah mengantisipasi hal ini.

Pergerakan indeks saham kemarin juga dipengaruhi rilis defisit transaksi berjalan Indonesia. Defisit menyempit menjadi US$ 7 miliar dari sebelumnya US$ 9,1 miliar.

Meski begitu angka tersebut lebih rendah dari ekspetasi US$ 5,7 miliar. Hal itu juga meningkatkan kekhawatiran ruang gerak Bank Indonesia untuk memulai siklus pelonggaran kebijakan seperti penurunan suku bunga.

Sedangkan secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji mengatakan, pergerakan IHSG sudah menunjukkan indikator oversold. “Ini bullish bar yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG pekan depan,” kata dia.

Karena itu, Lanjar dan Nafan kompak mengatakan, IHSG berpotensi kembali naik pada perdagangan pekan depan. Lanjar memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.200-6.260. Sedang Nafan menghitung, IHSG akan bergerak antara 6.113-6.280.

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only