Ancaman Perang Dagang AS-China, Sektor Manufaktur RI Perlu Diperkuat

Terimbas Perang Dagang, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Hanya 5,1 Persen
May 13, 2019
Negara-negara di Asia ini diproyeksi capai pertumbuhan ekonomi 7% pada 2020
May 13, 2019

JAKARTA – Ancaman perang dagang antara Amerika Serikat dengan China kembali mewarnai perdagangan global. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada awal pekan ini mengenai ancaman kenaikan tarif bagi China. Ancaman kenaikan tarif ini memunculkan adanya eskalasi ketegangan antara kedua negara yang berperan besar pada perekonomian dunia.

Sebelumnya, ada indikasi meredanya perang dagang tersebut melalui beberapa pertemuan dan negosiasi yang dilaksanakan kedua negara. Namun, hal ini berubah dengan pernyataan Donald Trump yang ingin menerapkan tarif pada barang dari China yang bernilai USD200 miliar pada Jumat mendatang. Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menyampaikan, menghadapi kemungkinan perang dagang yang kembali terjadi, pemerintah sebaiknya perlu bersiap-siap.

“China merupakan mitra terbesar perdagangan Indonesia. Tentunya perang dagang dalam bentuk penerapan tarif antar China dan Amerika Serikat berakibat pada berubahnya pola konsumsi masyarakat China. Bisa dikatakan, produk-produk ekspor kita di China dapat berpotensi menjadi lesu performanya,” kata Ilman dilansir dari Harian Neraca, Senin (13/5/2019).

Saat ini, China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan sebesar USD27,1 miliar pada 2018 yang disusul oleh Jepang dengan nilai perdagangan sebesar USD19,5 miliar dan Amerika Serikat dengan nilai perdagangan sebesar USD18,5 miliar. Setelah perang dagang pertama kali menegang di akhir tahun 2018, salah satu sektor yang terdampak dari perdagangan perang saat itu adalah sektor manufaktur. Sektor ini, lanjutnya, mengalami perlambatan pertumbuhan dari 4,38% menuju 4,3% di akhir 2018.

Ilman menambahkan, sektor manufaktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, mengingat saat ini perekonomian Indonesia sedang melalui tahapan transformasi struktural. Peran manufaktur dapat mendorong perekonomian Indonesia ke depannya semakin mantap didorong oleh industri dan lebih baik lagi dapat mendorong Indonesia untuk lepas dari ketergantungan dari ekspor berbasis bahan mentah yang hingga saat ini masih cukup besar.

Sumber : Okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only