Uni Eropa Pangkas Tarif Pajak

JAKARTA — Uni Eropa mengajukan proposal tentang pemangkasan tarif pajak kepada negara anggota sebagai upaya untuk mengurangi beban masyarakat dan pelaku industri sejalan dengan krisis energi yang menerpa blok mata uang tunggal itu.

Pasalnya, reli harga gas alam, listrik, dan emisi merugikan industri pengguna bahan kimia Jerman hingga kelompok rumah tangga Spanyol di tengah upaya pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19.

Cakupan proposal tersebut termasuk pemotongan pajak jangka pendek untuk penduduk dan bantuan kepada industri guna mengatasi kenaikan ongkos produksi.

Petinggi Uni Eropa akan mempresentasikan proposal tersebut kepada para pemimpin Benua Biru pada pertemuan pekan depan.

“Musim dingin akan datang dan bagi banyak orang, tagihan listrik lebih besar daripada yang telah terjadi selama satu dekade. Kita harus membuat sistem energi lebih siap dan tangguh,” kata Komisaris Energi Uni Eropa Kadri Simson dilansir Bloomberg, Kamis (14/10).

Tak hanya proposal, kalangan menteri energi Uni Eropa juga akan mengadakan pertemuan darurat pada 26 Oktober untuk membahas krisis energi ini.

Simson mengatakan para pejabat akan melakukan perjalanan ke wilayah Teluk Persia dalam beberapa pekan mendatang guna membahas pasokan energi.

Respons Uni Eropa ini makin menegaskan bahwa seluruh ne-gara perlu bertindak sigap untuk menangani kelangkaan energi Uni Eropa telah menyarankan agar negara-negara menggunakan peningkatan pendapatan dari Sistem Perdagangan Emisi di kawasan itu sekitar 10,8 miliar euro atau US$12,5 miliar untuk mendanai langkah-langkah bantuan.

Di sisi lain, harga karbon melesat lebih dari dua kali lipat pada 2020 mencapai rekor 65,77 euro per metrik ton pada bulan lalu dan memicu seruan untuk mengekang spekulan.

Namun Komisi Eropa mengatakan bahwa tidak ada bukti dalam data terbaru bahwa spekulasi adalah pendorong utama kenaikan harga, dengan lebih dari 90% posisi dipegang oleh emiten di skema perdagangan emisi Uni Eropa dan bank yang melayani kebutuhan lindung nilai.

Untuk memeriksa pasar lebih dekat, eksekutif Uni Eropa akan meminta Otoritas Sekuritas dan Pasar Eropa untuk penilaian awal perdagangan karbon pada 15 November dan analisis penuh pada awal 2022.

“Komisi akibatnya akan menilai apakah perilaku perdagangan tertentu akan memerlukan tindakan pengaturan lebih lanjut,” katanya.

Blok tersebut saat ini memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 20% dari penggunaan gas tahunan, tetapi tidak semua negara anggota memiliki fasilitas tersebut, dan aturan yang mengatur penggunaan dan pemeliharaannya berbeda-beda.

Cabang eksekutif blok juga akan memeriksa opsi jangka menengah untuk pembelian bersama dan penyimpanan gas, sebuah langkah yang dapat mengurangi ketergantungan pada pemasok asing seperti Rusia.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mencoba memanfaatkan peluang kelangkaan energi untuk mendulang cuan dengan menekan Uni Eropa menulis ulang beberapa aturan pasar gas.

Rusia juga mencari sertifikasi cepat dari pipa Nord Stream 2 yang kontroversial ke Jerman untuk meningkatkan pengiriman gas.

RUANG DIALOG

Negara tersebut juga siap memasok gas sebanyak yang dibutuhkan dan bersedia membuka ruang dialog dengan Uni Eropa untuk menstabilkan pasar.

“Kami selalu bertemu mitra kami di tengah jalan dan siap untuk membahas tindakan tambahan. Proyek energi Rusia termasuk Nord Stream 2 berusaha untuk memastikan stabilitas dan prediktabilitas pasokan gas dalam volume yang dibutuhkan oleh Eropa,” kata Putin.

Di tengah rekor perubahan harian sebanyak 40% harga gas Eropa, Putin membuat intervensi untuk mendinginkan pasar dengan mengatakan Gazprom dapat meningkatkan pasokan.

“Putin merasakan peluang dari krisis. Rusia ingin mencegah Uni Eropa menyeret kakinya dalam sertifikasi Nord Stream 2 dan memulai pembicaraan tentang harga stabil jangka panjang untuk gas,” kata Andrei Kortunov, Kepala Dewan Urusan Internasional Rusia.

Rusia telah lama menentang pemberian bobot yang lebih besar di pasar spot dalam penetapan harga, dan memilih untuk mengandalkan kontrak jangka panjang yang tidak terlalu bergejolak.

Langkah ini membatasi imbal hasil ketika harga tinggi tetapi memberikan perlindungan sisi bawah ketika merosot.

Namun, liberalisasi pasar gas Uni Eropa memaksa Gazprom untuk menyesuaikan formula penetapan harga, menghubungkan sebagian besar dari mereka ke harga spot dan futures.

Adapun, Eropa bergantung pada Gazprom untuk sepertiga dari pasokan gas alam.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only