Sri Mulyani Happy! Setoran Negara Capai Rp2.181 T per Oktober

AS hingga Eropa Mulai Wajibkan Produk Impor Penuhi Standar Hijau
November 28, 2022
Penerimaan Pajak Penghasilan Meningkat, Faktor PHK Jadi Salah Satu Pemicunya
November 28, 2022

Kabar baik terkait dengan keuangan negara datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dia mengungkapkan bahwa pendapatan negara telah mencapai Rp 2.181,6 triliun sampai dengan Oktober 2022.

Salah satu penopangnya adalah penerimaan pajak. Hal tersebut disampaikannya langsung dalam konferensi APBN Kita minggu lalu, Kamis (24/11/2022).

Dia mencatat penerimaan pajak PPh nonmigas per Oktober 2022 sudah mencapai Rp 784,4 triliun atau 104,7% target. Begitu pula penerimaan pajak PPh migas sebesar 105,1% target atau mencapai Rp 67,9 triliun.

“Penerimaan pajak kita, total penerimaan Rp 1.448,2 triliun atau 97,5% dari target, growth-nya 51,8%, naik yang luar biasa,” tegasnya.

Adapun perinciannya adalah penerimaan pajak sebesar Rp 1.448,2 triliun, kepabean dan cukai sebesar Rp 256,3 triliun, dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 476,5 triliun. Pendapatan negara itu melesat sebesar 44,5% (year on year/yoy) dibanding tahun lalu yang hanya tumbuh 18,3%.

“Sampai dengan akhir Oktober, pendapatan negara kita Rp 2181,6 triliun dari target perpres Rp 2.266 triliun. Ini berarti ada pertumbuhan 44,5% naik lebih tinggi dari tahun lalu. Tahun lalu sampai dengan Oktober Rp 1.510,2 triliun,” lanjutnya.

Sri Mulyani juga menegaskan semua penerimaan tumbuh jauh lebih tinggi secara tahunan sebagai respons dari pemulihan ekonomi Indonesia. Adapun kenaikan tersebut yakni penerimaan pajak naik 51,8%, bea cukai naik 24,6%, dan PNBP naik 36,4%.

Menurut Sri Mulyani, kinerja positif penerimaan pajak ini didorong oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis rendah di tahun 2021, serta hasil implementasi Undang-Undang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).

cnbcindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only