Lebih dari Separuh, Insentif Konsumsi Kuasai Belanja Perpajakan di 2026

Pemerintah akan mengucurkan belanja perpajakan sebesar Rp 563,6 triliun pada tahun 2026. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan outlook 2025 yang hanya sebesar Rp 530,3 triliun.

Hal tersebut tertuang dalam Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, dikutip Minggu (24/8/2025).

Berdasarkan jenis pajaknya, porsi terbesar belanja perpajakan masih disumbang dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan estimasi Rp 371,9 triliun.

Angka tersebut mencerminkan lebih dari separuh total belanja perpajakan 2026.

Selanjutnya, belanja perpajakan dari Pajak Penghasilan (PPh) diproyeksikan sebesar Rp 160,1 triliun, naik tipis dari Rp 150,3 triliun pada 2025. 

Dari sisi Bea Masuk dan Cukai, pemerintah memperkirakan realisasi mencapai Rp 31,1 triliun, sedikit menurun dibanding proyeksi 2025 sebesar Rp 36,2 triliun.

Sementara itu, belanja perpajakan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P5L serta bea materai masing-masing diperkirakan relatif stabil di Rp 0,1 triliun dan Rp 0,4 triliun.

Sumber : nasional.kontan.co.id

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only