Rumah Subsidi Didorong Lewat Insentif Pajak dan Skema KUR 5%

Pemerintah meluncurkan sejumlah insentif fiskal besar-besaran guna mendorong sektor perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menteri Pekerjaan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menegaskan komitmen negara menghadirkan kebijakan afirmatif di sektor perumahan.

“Presiden Prabowo memberikan karpet merah. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tadinya bayar, gratis. PBB yang tadinya bayar, gratis. PPN yang tadinya bayar, gratis,” ujar dia, Kamis, 22 Agustus 2025.
 
Insentif ini tidak hanya ditujukan untuk pembeli rumah subsidi, tetapi juga untuk mendorong kinerja para pengembang.

Pemerintah untuk pertama kalinya memperkenalkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, yang dikhususkan bagi kontraktor dan developer rumah subsidi. Melalui program ini, bunga KUR disubsidi hingga 5 persen agar pelaku usaha bisa naik kelas.

“Presiden Prabowo pertama kali memberikan KUR rumah. Disubsidi sama Pak Prabowo bunganya, disubsidi 5 persen supaya (pengembang) naik kelas,” jelas dia.

Kebijakan ini diharapkan menjadi akselerator penyediaan rumah layak huni, sekaligus upaya mengatasi backlog perumahan nasional yang saat ini tercatat mencapai 9,9 juta unit. Menteri Ara menyebut, kuota rumah subsidi tahun ini juga merupakan yang terbesar sepanjang sejarah, dengan target 350 ribu unit.
 
Program rumah subsidi diyakini bukan hanya memberi manfaat bagi MBR, tetapi juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru. Dari setiap unit yang dibangun, sedikitnya lima orang bisa terserap dalam rantai kerja konstruksi, mulai dari kontraktor, pekerja bangunan, hingga pelaku usaha kecil yang menyuplai bahan.
 
Selain melalui intervensi fiskal, pemerintah juga mendorong sinergi dengan sektor swasta dan yayasan sosial untuk memperluas dampak program. Sejumlah pengembang besar dan lembaga filantropi sudah terlibat dalam renovasi rumah tidak layak huni tanpa menggunakan dana APBN.
 
Dengan kombinasi subsidi pajak, dukungan pembiayaan, dan kolaborasi swasta, pemerintah berharap percepatan program rumah subsidi bisa berjalan optimal sekaligus mewujudkan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sumber : www.medcom.id

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only