Menagih Janji Pemerintah Gelar Ekstensifikasi Pajak

Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengkritik strategi perpajakan pemerintah di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Ia menilai pendekatan otoritas pajak saat ini kembali mengarah pada pola lama, yaitu menyasar wajib pajak yang sudah berada dalam sistem.

Hal itu setidaknya terlihat dari kebijakan restitusi, maraknya penerbitan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK), hingga Account Representative (AR) yang berperan sebagai pemeriksa. “Ini semua menunjukkan pemerintah masih menggunakan strategi berburu di kebun binatang atau memancing di dalam akuarium,” ujar Fajry kepada KONTAN, Rabu (4/3).

Padahal, saat kampanye, Prabowo Subianto berjanji tidak akan lagi menggunakan strategi tersebut dan akan fokus memajaki sektor informal, termasuk aktivitas perkebunan sawit ilegal maupun tambang ilegal. Menurut Fajry, jika belum mampu memenuhi janji ekstensifikasi pajak, pemerintah sebaiknya menahan belanja negara yang bersifat ekspansif, termasuk program prioritas seperti makan bergizi gratis (MBG).

Sumber : Harian Kontan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only