Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung mencatatkan realisasi penerimaan pajak daerah senilai Rp2,1 triliun hingga menjelang akhir Agustus 2026. Capaian ini memberi optimisme untuk mengejar target total penerimaan tahun ini yang dipatok sebesar Rp3,6 triliun.
Sekretaris Bapenda Kota Bandung Apep Insan Parid mengungkapkan meskipun target yang dibebankan tahun ini tergolong besar, tren positif hingga kuartal ketiga menjadi modal kuat bagi pemerintah kota untuk melakukan akselerasi.
“Target penerimaan pajak daerah tahun ini sebesar Rp3,6 triliun. Hari ini, menjelang akhir Agustus, sudah tercapai sekitar Rp2,1 triliun,” ujar Apep.
Apep menjelaskan pihaknya masih memiliki waktu sekitar empat bulan untuk mengejar sisa target penerimaan. Salah satu motor penggerak utama diharapkan datang dari momentum jatuh tempo Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada September mendatang, yang diprediksi menjadi puncak penerimaan pajak daerah.
“Insyaallah penerimaan meningkat. September juga menjadi puncaknya karena jatuh tempo PBB,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pajak daerah bukan sekadar kewajiban administratif masyarakat, melainkan memiliki peran vital dalam menopang roda pembangunan serta optimalisasi pelayanan publik di Kota Bandung. Oleh karena itu, Bapenda terus mengajak seluruh wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya secara tertib.
“Bayarlah pajak daerah tepat waktu dan tepat jumlah, karena dengan membayar pajak daerah warga masyarakat telah berpartisipasi dalam pembangunan di Kota Bandung,” tutur Apep.
Melalui peningkatan kepatuhan masyarakat, penerimaan pajak diharapkan semakin optimal sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh warga melalui berbagai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial yang lebih baik.
Sumber : bandung.bisnis.com

WA only
Leave a Reply