Menkeu Suahasil Bicara Tax Ratio: Bukan Sekadar Kumpulkan Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjawab kritik mengenai rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang dinilai masih rendah.

Menurutnya, jika pemerintah ingin meningkatkan tax ratio, maka penerimaan pajak juga harus ditingkatkan.

“Saya kan selalu dibilang tax ratio-nya kekecilan. Kalau tax ratio-nya ingin dinaikkan ya artinya saya harus kumpulkan pajak lebih banyak,” kata Suahasil di Jakarta Pusat pada Kamis (8/10/2026).

Namun, Menkeu Suahasil menekankan bahwa penguatan penerimaan pajak tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan jumlah pajak yang dikumpulkan.

Pemerintah juga perlu memperbaiki sistem dan mekanisme pemungutan pajak.

“Pajak kita kuatkan bukan hanya dengan sekadar mengumpulkan, tetapi membuat sistem yang lebih baik, membuat tata cara pengumpulan mekanisme yang lebih baik, melakukan penindakan,” katanya.

Suahasil mengatakan, pemerintah juga harus menjaga stabilitas ekonomi dan fiskal.

Hal ini, kata Suahasil, dilakukan melalui upaya memperbaiki penerimaan pajak perlu dilakukan bersamaan dengan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap stabil.

“Dan tugas kami adalah menjaga agar stabilitas ekonomi dan fiskal bisa tetap terjaga. Kita harus lakukan terus, memastikan bahwa ekonomi tumbuh stabil, pajaknya membaik,” ujarnya.

Berdasarkan data APBN KiTA Agustus 2026, realisasi penerimaan pajak yang mencapai Rp 1.409 triliun, tumbuh 24,1 persen.

PPh nonmigas tumbuh 16,6 persen atau Rp 722,2 triliun, sedangkan PPN dan PPNBM tumbuh 38,9 persen atau Rp 591,5 triliun.

Sementara itu, PPh migas tumbuh 63,8 persen atau Rp 39 triliun.

Sementara PBB dan pajak lainnya tercatat sekitar Rp 56,4 triliun atau turun 15,7 persen.

Pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 mencapai Rp 2.593 triliun.

Angka tersebut tumbuh 12,2 persen dibandingkan target penerimaan pajak pada 2026.

Penerimaan pajak pada 2027 diperkirakan mencapai 2,3 kali lipat dibandingkan penerimaan pajak pada 2016.

Sumber : money.kompas.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only