Selama tiga hari berturut-turut, harga Crude Palm Oil (CPO) rally hingga menembus rekor. Kenaikan harga CPO ini terjadi seiring dengan kenaikan harga komoditas lainnya. Serta, tingginya permintaan minyak nabati.
Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (23/2), Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Maret 2022 terpantau naik 152 Ringgit Malaysia menjadi 6.506 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak pengiriman April 2022 terkerek 161 Ringgit Malaysia menjadi 6.253 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak pengiriman Mei 2022 melesat 142 Ringgit Malaysia menjadi 5.982 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman Juni 2022 naik 126 Ringgit Malaysia menjadi 5.750 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juli 2022 naik 106 Ringgit Malaysia menjadi 5.542 Ringgit Malaysia per ton.
Sebelumnya, Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan katalis yang mempengaruhi pergerakan harga CPO adalah produk substitusi CPO yakni kedelai. Saat ini, kedelai tengah dilanda ancaman penurunan hasil panen. “Karena musim panas dan kemarau yang melanda Argentina dan Brazil,” ungkapnya kepada Investor Daily, belum lama ini.
Ditambah lagi, lanjut dia, dari sisi permintaan yang meningkat. Hal ini terutama dipengaruhi oleh kebijakan India yang mengumumkan pemangkasan pajak impor CPO dari 7,5% menjadi 5%. Serta, memperpanjang pengurangan bea masuk untuk minyak nabati hingga 30 September. Sebelumnya, kebijakan tersebut menyebut berakhir pada 31 Maret.
Hal ini seiring dengan laporan ekspor CPO Malaysia periode 1 – 15 Februari yang menunjukkan kenaikan sebesar 23,6% menjadi 496.983 ton, ungkap perusahaan inspeksi independent AmSpec Agri Malaysia.
Sumber: investor.id

WA only
Leave a Reply