Perolehan Pajak di Bekasi Semester-I 2018 Capai Rp285,3 miliar

Koperasi Petani Kopi Gayo Keluhkan Besarnya Pajak Domestik
July 30, 2018
Sri Mulyani bakal monitor devisa hasil ekspor yang dikonversi ke rupiah
July 30, 2018

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat perolehan pajak di luar pajak bumi dan bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (PBHTB) pada semester pertama 2018 telah mencapai 63 persen.

“Target pajak daerah di luar PBB dan PBHTB atau disebut juga pajak daerah lainnya adalah Rp452,6 miliar, sementara capaian saat ini sudah di angka Rp285,3 miliar,” kata Kabid Pajak Daerah Lainnya Bapenda Kabupaten Bekasi, Betty Kusuma Wardhani di Cikarang, Jumat (27/7) seperti yang dipetik dari Antara.

Perolehan tersebut, kata Betty, akan terus bertambah hingga akhir 2018.

“Capaian masih terus bergerak. Kami tentunya berharap capaian pajak dari sembilan jenis pajak terus mengalami peningkatan,” kata Betty.

Perolehan sembilan jenis pajak daerah lainnya tersebut, Betty melanjutkan, meliputi hotel senilai Rp17,9 miliar, restoran Rp73, 4 miliar, dan hiburan Rp7,6 miliar.

“Pajak hiburan ini terdiri dari pajak bioskop, permainan biliar, permainan ketangkasan, pusat kebugaran, pertandingan olahraga hingga pagelaran musik dan tari,” katanya.

Kemudian, pajak reklame sebesar Rp7,5 miliar, parkir Rp6,6 miliar, air tanah Rp2,2 miliar, sarang burung walet Rp1,4 juta dan capaian terbesar yakni panerangan jalan umum mencapai Rp 170,1 miliar.

Dengan perolehan ini, Betty optimistis, Bapenda Bekasi mampu melewati target perolehan pajak daerah lainnya pada 2018 mengingat masih ada waktu lima bulan ke depan untuk mengejarnya.

“Lima bulan itu belum termasuk bulan Juli ini, karena bulan ini masih terus bergerak juga dan akan kami rekap perhitungannya dalam waktu dekat,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Nurdin Muhidin menambahkan selain fokus pencapaian target penerimaan pajak, Bapenda diminta melakukan evaluasi terhadap sejumlah wajib pajak yang membandel.

“Dari hasil pembahasan kami beberapa waktu lalu, banyak objek pajak yang membandel. Ini tentu harus ditindak, karena ini pun menjadi potensi pajak. Maka selain membuka potensi baru, lakukan juga perbaikan pada sektor-sektor pajak yang tidak tergali secara maksimal,” pungkas politisi PAN tersebut.

Sumber : akurat.co

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only