Presiden China Berjanji Turunkan Tarif Impor

Sisa Dua Bulan, Bea Cukai Harus Kumpulkan Rp 50,6 T
November 7, 2018
Pabrikan Otomotif Produksi Mobil Ramah Lingkungan, Kemenperin Usulkan Tax Holiday
November 7, 2018

China berjanji akan membuka akses perdagangan dari negara lain

 

BEIJING. China mulai menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan sengketa dagang dengan Amerika Serikat (AS). Presiden China Xi Jinping berjanji menurunkan tarif impor dan memperluas akses perdagangan ke China.

Seperti diberitakan Reuters, Senin (5/11), selain menurunkan tarif impor, China juga bakal memerluas akses pasar dan mengimpor lebih banyak dari luar negeri. Ini merupakan niat baik China di tengah memanasnya hubungan China dengan AS.

Hal ini diutarakan Xi Jinping ketika membuka China International Import Expo (CIIE) di Shanghai yang dihadiri ribuan pengusaha asing. Xi menambahkan, beberapa upaya yang akan ditempuh pemerintahannya antara lain mempercepat pembukaan pasar di sektor pendidikan, telekomunikasi dan budaya, sembari melindungi kepentingan perusahaan air.

Xi juga menegaskan, China akan meningkatkan penegakan hukum terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual. Sebagai upaya untuk menggelitik konsumsi di dalam negerinya, China bakal menurunkan tarif impor serta mempermudah prosedur bea cukai.

Negara ekonomi terbesar kedua di dunia ini juga memproyeksikan kebutuhan impor barang senilai US$ 30 triliun. Adapun impor jasa senilai US$ 10 triliun dalam kurun waktu 15 tahun ke depan.

Proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan dengan pernyataan Xi tahun lalu. Kala itu ia mengestimasi China akan mengimpor setidaknya barang senilai US$ 24 triliun selama 15 tahun mendatang. “CIIE adalah inisiatif besar China untuk secara proaktif membuka pasarnya kepada dunia,” ujarnya.

 

Tegaskan keterbukaan

Pernyataan Xi menepis secara langsung perkataan mitranya dari AS Donald Trump. Presiden Trump pernah menyatakan China melakukan banyak pencurian kekayaan intelektual dari Negeri Paman Sam. China juga menghambat kehadiran pebisnis dari luar negeri.

Namum Reuters menyebutkan sejumlah kelompok bisnis asing menyebut telah bosan mendengar pemerintah China menyodorkan janji reformasi perdagangan.

Namun Lous Kuijs, Head of Asia Economics di Oxford Economics mengatakan bahwa pernyataan Xi tersebut sangat bermakna dan membawa angin segar bagi iklim perekonomian. “Saya tidak merasa bahwa akan ada reformasi baru yang diumumkannya hari ini. Tetapi saya kira hal tersebut mengonfirmasi bahwa China sangat tertarik untuk terlihat terus terbuka, dan Ia (Xi Jinping) berkomitmen akan sikap itu,” tutut dia.

Sebagai tambahan informasi saja, China mengimpor US$ 1,84 triliun barang pada tahun 2017 mengalami peningkatan 16% atau sebesar US$ 225 miliar dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, China mengimpor sekitar US$130 milian barang dari AS.

 

Sumber : Harian Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only