Ikuti Pemulihan Bursa Global, IHSG Dibuka Menguat 0,33%

Kumpulkan Pengusaha, Ketum Kadin Minta Pemerintah Tunda Penerapan DNI
November 22, 2018
Pengembangan UMKM Perlu Reformasi Regulasi
November 22, 2018

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,33% ke level 5.967,60 poin seiring sentimen positif pemulihan sejumlah bursa global. Namun, saham sejumlah emiten batu bara terlihat masih tertekan meski tidak separah kemarin.

Indeks FTSE 100 semalam ditutup menguat 1,47% begitu pula dengan Indeks DAX Frankfurt yang naik 1,61%. Di Asia, indeks sejumlah bursa utama dibuka bervariasi. Indeks Nikkei 225 dibuka melemah 0,02% menjadi 21.504 poin sedangkan indeks Hang Seng turun 0,05% menjadi 25.958,7 poin. Indeks Komposit Bursa Shanghai turun 0,11% menjadi 2.648,5 poin. Indeks Strait Times Singapura sempat naik sebelum turun 0,03%.

Sebanyak sembilan sektor saham menghijau, dengan kenaikan tertinggi pada indeks sektor properti sebesar 1,61%. Rencana pemerintah menurunkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 untuk rumah mewah memberikan angin segar bagi saham-saham di sektor ini. Indeks sektor industri dasar naik 0,49% menjadi 798,74 poin. Indeks sektor agribisnis naik 0,47% menjadi 1.426,71 poin. Indeks sektor pertambangan naik 0,43% menjadi 1.759,69 poin.

Sementara itu, indeks sektor infrastruktur naik 0,33% menjadi 1.073,87 poin. Indeks sektor konsumer juga menguat 0,3% menjadi 2.345,74 poin. Sektor manufaktur naik 0,29% menjadi 1.511,55 poin sedangkan indeks sektor perdagangan naik 0,22% menjadi 797,52 poin. Sektor keuangan naik 0,13% menjadi 1.130,40 poin. Indeks sektor aneka industri turun 0,02% menjadi 1.405,58 poin.

Nilai transaksi saham pagi ini mencapai Rp 2,28 triliun sedangkan volume saham yang ditransaksikan 3,79 miliar saham. Sebanyak 168 saham naik, 142 saham turun, dan 112 saham stagnan. Investor asing mencatat net sell Rp 20,92 miliar di seluruh pasar. Investor asing juga terlihat melepas saham-saham batu bara, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 11,9 miliar dan PT Indika Energy Tbk (INDY) Rp 7,7 miliar. Saham-saham berkapitalisasi pasar besar juga tak lepas dari aksi jual asing, antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 10,4 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 7,1 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 5,7 miliar.

Saham PT Sanurhasta Mina Tbk (MINA) di posisi teratas top gainers dengan kenaikan 19,55% menjadi Rp 795. PT Mahkota Group Tbk (MGRO) di posisi kedua dengan kenaikan 7,27% menjadi Rp 590. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) di posisi ketiga dengan kenaikan 7,59% menjadi Rp 156.

Jajaran top losers dipimpin oleh PT Shield on Service Tbk (SOSS) dengan penurunan 12,97% menjadi Rp 1.275. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) di posisi kedua dengan penurunan 13,33% menjadi Rp 53. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) di posisi ketiga dengan penurunan 10,24% menjadi Rp 149.

 

Sumber : katadata.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only