Angka Korupsi Pegawai Pajak Semakin Membaik? Ini Penjelasan DJP

Angka Korupsi Pegawai Pajak Semakin Membaik? Ini Penjelasan DJP
December 12, 2018
Realisasi Pajak DKI Rp34,65 Triliun per 10 Desember
December 12, 2018

BOGOR – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengklaim jika tingkat korupsi di lembaganya sudah mulai membaik. Bahkan jika dinilai secara angka, saat ini angka integritas DJP berada di angka 7 dari 10.

Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur (KITSDA) Harry Gumelar mengatakan, membaiknya integritas dari DJP terlihat dari mulai bersihnya lembaga pengumpul pajak ini dari kasus korupsi. Jikalau adapun menurutnya, itu sifatnya individu dan bukannya lembaga secara keseluruhan.

“Hampir yang melakukan (korupsi di DJP) itu rata-rata sendirian. Kalaupun banyak itu hanya berdua atau bertiga,” ujarnya dalam acara media gathering di Cisarua Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018) malam.

Menurut Harry, itu jauh lebih baik dibandingkan era sebelum reformasi. Ketika itu, korupsi yang dilakukan oleh pegawai pajak sudah sifatnya berjamaah dan bahkan tak jarang menyeret nama lembaga itu sendiri.

Bahkan, pada saat itu tingkat kepercayaan terhadap DJP sangat rendah. Sehingga membuat pendapatan yang masuk dari sektor perpajakan sangat sedikit sekali dibandingkan saat ini.

“Beda lagi sebelum jaman modern 2009 atau lebih ekstrim lagi di bawah 2000-an. Tahun 2000 keluhan WP luar biasa sekali,” jelasnya.

Harry mengambil contoh pada tahun 2008 lalu yang mana pada saat itu DJP berusaha untuk melakukan langkah perbaikan. Berbagai kebijakan pun dikeluarkan untuk meningkatkan tax Ratio salah satu caranya dengan sunset Policy.

“Jilid kedua pada saat 2008 waktu Pak Darmin menjadi dirjen ada yang namanya sunset Policy. Dan kita itu ada pembelajaran buat kita semua. Ketika kita melakukan reformasi kita agak terlena,” jelasnya.

Namun siapa sangka, kebijakan yang berniat bagus itu justru mencoreng nama baik dari DJP. Ketika itu terjadi kasus yang cukup besar yang menyeret nama Gayus Tambunan.

“Dulu itu nilai di atas 1 miliar ditarik ke pusat. Kemudian bom itu meledak. Ketika di kelola kantor pusat. Pada 2010 meledakkan yang namanya di kamus itu Gayus,” kata Harry.

“Di situlah itu runtuh bangunannya. Bangunan yang sudah kita bangun dari 2002 itu kita runtuh. 2010 kita bangun boom lagi yang namanya dana. Kemudian boom lagi yang kecil kecilnya meletus kemarin itu di Gambir di tangkap,” imbuhnya.

Sementara itu sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai angka korupsi yang terjadi di tubuh DJP saat ini sudah jauh menurun dibandingkan tahun 2008. Ketika itu dirinya pun menjabat sebagai Menteri Keuangan di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

“Menurut saya nilainya sudah di angka tujuh. Korupsi yang terjadi sistemik sudah tidak ada lagi. Sehingga yang terjadi sekarang adalah korupsi yang sifatnya individual sporadis,” kata Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Sumber: economy.okezone.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only