Stimulus Ungkit Bisnis KPR dan Kredit Kendaraan

Kenaikan PPN Bisa Jadi Pukulan Ganda Ekonomi
June 7, 2021
Deregulasi Perpajakan
June 7, 2021

Stimulus pemerintah dan pemasaran digital menaikkan kredit konsumsi

JAKARTA. Kredit konsumsi perbankan mulai menunjukkan pertumbuhan tipis April 2021. Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor dan pajak pertambahan nilai (PPN) properti mendorong permintaan kredit kendaraan bermotor (KKB) dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) Lani Darmawan menyebut, per April 2021 KPR tumbuh 6% year on year (yoy) dan KKB tumbuh lebih tinggi yakni hampir 15% yoy. Selain insentif pemerintah, CIMB Niaga juga membidik segmen nasabah menengah ke atas yang tidak terlalu terdampak pandemi.

Selain itu, juga terjadi peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor untuk mobil bekas. Melihat hal ini, KKB tahun ini diproyeksi bisa meningkat di atas 10% yoy.

Kami masih yakin kredit konsumsi bisa tumbuh. Kecuali kartu kredit yang mungkin jika flat saja sudah bagus karena kemungkinan sampai akhir tahun juga kegiatan terkait perjalanan belum normal, papar Lani kepada KONTAN pekan lalu.

Adapun Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Vera Eve Lim mencermati, di tengah tantangan pandemi, ada peluang besar terutama dengan memanfaatkan pemasaran digital. Oleh sebab itu, dengan adanya stimulus pemerintah, BCA sekaligus memacu kredit lewat digital. Salah satunya lewat BCA Online Expoversary diselenggarakan pada Maret 2021.

Acara tersebut memberikan kontribusi cukup signifikan untuk segmen ritel BCA dengan mencatatkan 1,2 juta pengunjung serta pengajuan aplikasi KPR dan KKB masing-masing Rp 15 triliun dan Rp5 triliun.

Felicia Mathelda Simon, EVP Credit Consumer Business PT Bank Central Asia Tbk bilang, hingga Mei 2021 BCA telah menerima lebih dari 20.000 aplikasi KPR.

Promo bunga

Portofolio kredit konsumer BCA hingga Maret masih turun. Kredit Perumahan Rakyat (KPR) turun 3,4% yoy menjadi Rp 89,4 triliun, serta KKB terkontraksi 23,7% yoy menjadi Rp 36,0 triliun. Adapun saldo outstanding kartu kredit turun 10,2% yoy ke Rp 11,1 triliun.

“Pengajuan aplikasi kredit konsumer baru dari BCA Online Expoversary diharapkan akan berkontribusi bagi penyaluran kredit baru pada triwulan II tahun ini, papar Vera.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga merasakan pertumbuhan lewat pemasaran digital. KPR Bank BNI tumbuh 27% yoy menjadi Rp 4,3 triliun per Mei 2021.

Peningkatan terjadi salah satunya lewat program pengajuan KPR online dengan e-Form BNI Griya, suku bunga mulai 4,75% per tahun, serta opsi cicilan ringan dengan hanya membayar bunga saja hingga dua tahun pertama.

“Selain itu, BNI juga mengoptimalkan potensi nasabah eksisting dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian guna menjaga kualitas kredit BNI,” ujar Mucharom, Sekretaris Perusahaan BNI, Minggu (6/6).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) JK Wimboh Santoso bilang penjualan kendaraan roda dua dan empat sudah meningkat, meskipun pembelian itu banyak yang secara tunai. “Sementara rumah jarang yang beli tunai, sehingga KPR meningkat, kata Wimboh.

Sumber: Harian Kontan, Senin 07 Juni 2021 hal 9

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only