JAKARTA – Maraknya pasar online atau marketplace Indonesia yang menjual sebagian besar barang impor memang kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Hal itu terjadi karena kurangnya aturan untuk mendukung produk dalam negeri, terutama produksi pengusaha kecil di era digital sekarang ini.
“Pemerintah harus menerapkan aturan untuk mendukung produk dalam negeri dengan membatasi produk asing dan menetapkan pajak masuk yang pantas. Selama ini memang aturan untuk itu kurang,” kata staf pengajar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Hari Fitrianto, Rabu (30/6).
Menurut Hari, dalam era globalisasi ini, perdagangan semakin tanpa batas, bisa langsung menuju end user. Dan kenyataannya, produk-produk asing terlihat mendominasi marketplace di Indonesia. Contohnya, pabrikan korek api di luar negeri bisa langsung bertransaksi dengan konsumen lewat marketplace. “Kita memang kurang proteksi, sehingga UMKM kita langsung dihantam produk impor di marketplace,” katanya.
Untuk itu, menurutnya harus ada yang mengatur supaya produk asing tidak mendominasi marketplace Indonesia. Pertama, menerapkan cukai yang pada barang-barang impor agar negara mendapat revenue yang pantas dari produk-produk impor ini. Kedua, menyeleksi, misalnya jika ingin memproteksi sepatu buatan lokal, maka produk-produk sepatu impor jangan boleh ada di marketplace.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam acara webinar di Mewagati Insititue, mengkritik salah satu perusahaan e-commerce yang kurang menjajakan produk-produk lokal. Setiap kali ia browsing laman perusahaan marketplace tersebut, lebih banyak menemukan barang-barang buatan asing.
Dirinya kerap menemui produk buatan bukan Indonesia ketika membuka aplikasi perusahaan e-commerce. Padahal Presiden Joko Widodo sudah beberapa kali mengatakan, mari kita bantu UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).
Menurut Megawati, UMKM sangat perlu mendapat bnantuan dan mengaku dirinya punya perhatian penuh terhadap kelangsungan UMKM. Mereka itu sangat rapuh, sangat tradisonal. Mereka sangat cinta budaya bangsa.
“Bukan berarti saya antiproduk asing, namun saya ingin produk dalam negeri juga dibantu. Harus saling bersinergi,” kata Megawati.
Memikirkan UMKM
Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tazbir Abdullah, mengatakan bahwa apa yang disampaikan Megawati harus menjadi pengingat kepada siapa pun pebisnis Tanah Air agar selalu memikirkan UMKM dalam negeri. Sebab, UMKM-lah nyatanya yang selama ini menjadi penyangga ekonomi bangsa.
“Komitmen untuk mendahulukan produk dalam negeri harus kita dapatkan dari para pengusaha besar kita, termasuk yang online-online ini. Ini bagian dari nasionalisme yang bisa menahan masuknya produk asing yang membebani devisa kita dan menekan pertumbuhan produk UMKM lokal yang sedang kita kampanyekan dengan gerakan Cintai Produk Dalam Negeri,” papar Tazbir.
Sumber: koran-jakarta.com, Kamis 1 Juli 2021

WA only
Leave a Reply