Kinerja Positif, Perusahaan Bursa Berjangka Gencar Susun Strategi

Pasar Berjangka Komoditi (PBK) kembali mencatatkan kinerja positif di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang terus mencetak rekor. Hal itu tercermin dari kinerja dua bursa komoditi Tanah Air yang kompak membukukan kenaikan transaksi sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Bursa Berjangka Jakarta (BBJ/JFX) mencatatkan pertumbuhan volume transaksi per Juni 2021 menjadi 4 juta lot.Di mana, sebanyak 3,2 juta lot atau 80% berasal dari volume trasaksi bilateral. Sedangkan sisanya atau sekitar 798 ribu lot berasal dari transaksi multilateral.

Untuk transaksi multilateral,  jenis komoditas yang paling banyak ditransaksikan adalah kakao dan kopi. Volume transaksi kakao atau coklat naik 53% menjadi 32.610 lot di semester I-2021, dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya 15.313 lot. Sedangkan transaksi kopi mencatatkan kenaikan 23% menjadi 348.352 lot secara tahunan (year on year/yoy).

Adapun untuk transaksi bilateral didominasi komoditas emas sebesar 3,2 juta lot. Terbanyak berasal dari kontrak di pasar Loco London yang mencapai 2,64 juta lot, disusul kontrak foreign exchange (forex) yang mencapai 225,4 ribu, dan kontrak indeks sekitar 301 ribu. Adapun sisanya berasal dari kontrak berbasis enerhi dan precious metal, masing-masing 34.157 lot dan 2.035 lot.

Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, capaian positif turun didukung volatilitas harga komoditas di pasar global. Terutama, terkait gejolak harga emas yang masih mendominasi transaksi perdagangan. 

“Tahun ini akan menjadi tahun perubahan dan pengembangan,” kata Paulus dalam keterangan resminya kemarin (8/7).

Adapun beberapa hal yang disiapkan bursa berjangka tersebut, melakukan pengembangan dan perbaikan di semua lini organisasi. Itu termasuk bidang sumber daya manusia (SDM) yang terkait dengan struktur organisasi dan etos kerja. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah efisiensi, sekaligus untuk meningkatkan produktivitas. 

Selanjutnya, perusahaan juga berupaya terus memberikan pelayanan terbaik untuk anggota bursa, mitra kerja, investor dan calon investor. Terlebih, di masa pandemi saat ini penerapan pelayanan cenderung akan terbatas karena aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga 20 Juli 2021.

Sementara itu, bursa berjangka lainnya yakni Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI/ICDX) berhasil membukukan total transaksi 137% atau mencapai 294.658 lot per Juni 2021, dibandingkan periode yang sama di 2020. ICDX juga mencatatkan pertumbuhan transaksi multilateral sebesar 57,9% pada semester pertama tahun ini.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, ICDX telah meluncurkan empat kontrak spot nilai tukar (kurs) valuta asing baru yaitu NZDJPY (Micro), EURCHF (Micro), GBPCAD (Micro), dan CHFJPY. Di mana, sepanjang tahun lalu perusahsaan juga telah meluncurkan 11 kontrak lainnya yang terdiri dari kontrak berjangka minyak mentah berbasis dolar AS (US$) dan rupiah (Rp), kontrak spot emas berbasis rupiah, dan beberapa kontrak spot kurs valuta asing.

Untuk transaksi komoditas timah di bursa berjangka juga mengalami pertumbuhan pesat dan menunjukkan tren kenaikan tahun ini. Adapun harga rata-rata timah di bursa ICDX lebih tinggi dibandingkan harga di bursa London Metal Exchange (LME) dan Kuala Lumpur Tin Market (KLTM).

Sejak diperdagangkan di ICDX Agustus 2013 hingga Juni 2021 total ekspor timah mencapai 417.331 metrik ton setara dengan US$ 8,2 miliar atau Rp 118,9 triliun (kurs Rp 14.500). Chief Strategy Officer ICDX Megain Widjaja menyebutkan kalau tahun ini pihaknya secara aktif berpartisipasi memodernisasi dan mengembangkan segmen pasar baru mereka.

“Demi meningkatkan nilai transaksi tahun ini, kami akan memodernisasi dan mengembangkan segmen pasar baru, seperti aset kripto, karbon kredit, dan komoditas strategis lainnya,” kata Megain dalam keterangan resmi, Kamis (8/7).

Upaya tersebut akan dilakukan melalui mekanisme multilateral. Tujuannya, untuk membuka akses ke aset baru yang aman dan transparan bagi investor. Itu juga dilakukan untuk mendorong perubahan dalam perekonomian Indonesia melalui inovasi pasar keuangan.

ICDX dengan lembaga kliring Indonesia Clearing House (ICH) hingga saat ini bekerja dengan 31 pialang dan tujuh pedagang. Rencananya, ke depan dua perusahaan afiliasi tersebut akan menambah tujuh pialang lagi. 

Sumber: katadata.co.id, Jumat 9 Juli 2021

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WA only