Pajak ekspor naik, jadi pemberat harga CPO

Insentif Pajak Mobil Baru 0 Persen Bakal Diperpanjang
September 7, 2021
Insentif Maskapai Bakal Gairahkan Industri Penerbangan
September 7, 2021

Setelah naik dalam beberapa waktu terakhir, harga CPO ke depan diprediksi berada dalam tren koreksi. Harga CPO sempat mencapai level tertingginya di MYR 4.447 per ton pada 16 Agustus 2021. Sementara pada Jumat (3/9), harga CPO berada di level MYR 4.349 per ton. 

Research & Development ICDX Girta Yoga menyebut, tren bearish yang membayangi pergerakan harga CPO akhir-akhir ini dipicu katalis negatif seperti keputusan pemerintah Indonesia yang meningkatkan pajak ekspor CPO untuk bulan September menjadi US$ 166 per ton, dari sebelumnya US$ 93 per ton.

“Hal ini tentu menjadi pertimbangan para eksportir dalam negeri untuk mengirimkan produknya seiring biaya ekspor yang lebih mahal. Selain itu, rencana India untuk menaikkan pajak impor untuk minyak sawit dan olahannya mulai akhir September turut membebani pergerakan harga CPO lebih lanjut,” kata Yoga ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/9).

Melihat katalis negatif tersebut, Yoga memperkirakan, pergerakan harga CPO masih akan berada dalam rentang MYR 4.084 – MYR 4.478 per ton dengan kecenderungan turun.

Menurutnya, sentimen yang akan jadi fokus utama pasar dan berpotensi memengaruhi harga CPO ke depan adalah performa ekspor dari negara produsen utama seperti Malaysia dan Indonesia. 

Selain itu, kondisi nilai tukar dolar AS terhadap MYR maupun IDR juga jadi sentimen yang akan berpengaruh. Lalu, juga seperti apa kondisi pasar minyak nabati selaku produk substitusi minyak sawit. 

“Di samping itu, jika program mandatori biodiesel yang saat ini masih B30 dipercepat jadi B40, tentunya hal ini dapat menjadi katalis positif yang membantu mengangkat harga CPO,” imbuh Yoga.

Sumber: investasi.kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only