Penghimpunan Pajak Sektor UMKM di DJP Jatim I Capai Rp146,7 Miliar

Sri Mulyani Nilai Inggris Krisis Karena Kebijakan Ekonomi Negara Itu Sendiri
September 30, 2022
Apa yang Terjadi Jika Tak Lapor SPT Tahunan?
September 30, 2022

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I mencatat kontribusi pendapatan pajak dari sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus mengalami peningkatan yang positif seiring dengan pertumbuhan pelaku UMKM.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jatim, John L. Hutagaol mengatakan secara nasional kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen, dan mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja nasional.

“Di Jatim sendiri sektor UMKM telah berkontribusi sebesar 57,81 persen terhadap PDRB Jatim atau setara Rp1,4 triliun, hal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jatim yang tercatat sebesar 5,74 persen (yoy),” katanya saat acara Gelar Wicara Pemberdayaan UMKM, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Jatim, jumlah UMKM di Jatim untuk usaha menengah dengan omzet di atas Rp2,5 miliar tercatat sebanyak 68.835 unit, dan usaha kecil dengan omzet Rp300 juta – Rp2,5 miliar sebanyak 579.567 unit, sedangkan usaha mikro dengan omzet di bawah Rp300 juta ada 9,13 juta unit.

Khusus UMKM yang berada di wilayah DJP Jatim I ini, penghimpunan pajak dari sektor UMKM pada 2021 tercatat mencapai Rp157,61 miliar. Pada tahun ini hingga 28 September 2022 saja, perolehan pajak sektor UMKM sudah bisa terealisasi sebesar Rp146,7 miliar.

John yang juga merupakan Kepala Kanwil DJP Jatim I ini menambahkan, peluang sektor UMKM untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ini sangat besar termasuk dari sisi pasar. Ditambah lagi adanya dukungan dari pemerintah dan stakeholder, serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi stimulus percepatan usaha.

“Meski begitu memang UMKM masih menghadapi tantangan di antaranya seperti legalitas, area produksi, pemasaran hingga pembiayaan dan pendampingan. Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi bersama kementerian, lembaga, perguruan tinggi, perbankan, pemda dan dunia usaha,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono mengatakan Pemprov Jatim sendiri telah menyiapkan ekosistem untuk mendukung pemberdayaan UMKM di Jatim, di antaranya adalah Milenial Job Center (MJB), Jatim Bejo atau platform pengadaan barang/jasa Pemprov Jatim, Kampus UMKM Shopee, East Java Supercoridor, dan perizinan OSS.

“Selain itu juga didukung program Rumah Kurasi yang dibuat oleh Bank Indonesia untuk proses kurasi produk, program Si Jawara atau platform pelatihan untuk pelaku koperasi UMKM, layanan SAPDA (Sistem Aplikasi Pengajuan Dana Bergulir) di Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta KUKM co-working space yang berkolaborasi dengan e-commerce Shopee dan Kemenkominfo,” jelasnya.

Sumber: surabaya.bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp WA only